SURYA.co.id | SIDOARJO -Direktur Lingkar Perdamaian Ali Fauzi memuji pembinaan yang dilakukan Lapas Kelas I Surabaya. Terutama dalam upaya deradikalisasi.
Lingkar Perdamaian adalah organisasi yang fokus pada deradikalisasi teroris
Menurut Ali Fauzi, Lapas Surabaya sudah bisa dijadikan miniatur sekaligus pilot project deradikalisasi di Indonesia.
Penegasan Ali Fauzi dilontarkan saat menggelar buka puasa bersama narapidana teroris (napiter) di Aula Lapas Surabaya.
Di hadapan wartawan, adik pelaku Bom Bali I, Amrozi Cs, itu mengapresiasi pembinaan yang dilakukan Lapas Surabaya.
Menurut Ali Fauzi, akar terorisme itu tidak tunggal. Penanganannya pun juga tidak boleh tunggal.
"Ibarat sebuah penyakit, terorisme di Indonesia saat ini sudah tahap komplikasi. Jadi perlu dokter spesialis. Butuh penanganan khusus dan obat khusus," ujarnya, Senin, (20/5/2019).
Nah, menurut Ali, Lapas Surabaya selama ini punya formula yang tepat. Bahkan sudah bisa dijadikan miniatur yang bagus untuk program deradikalisasi.
"Saya respek karena di sini ada pendampingan khusus. Tidak semua sipir bisa seperti di Porong ini," terangnya.
Dia berharap, ada program pembinaan yang lebih banyak lagi. Seperti public speaking atau jurnalisme. Agar para napiter bisa menghasilkan kontra narasi dari kelompok teroris yang masih aktif.
"Memang susah, tapi harus dan mendesak dilakukan," terangnya.
Sementara itu, Kalapas Surabaya Suharman mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya memberikan pembinaan khusus kepada napiter. Kolaborasi juga dijalin dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Sehingga, pembinaan bisa maksimal.
"Alhamdulillah, saat ini kami membina 4 napiter yang sudah menyatakan ikrar kembali ke NKRI, bahkan ada yang sudah mendapatkan grasi dan remisi," ujarnya.
Suharman mengakui bahwa kedatangan rekan sejawat napiter ini bisa mempercepat dan semakin memantapkan keyakinannya.
Sehingga, bisa membantu pihaknya melakukan pembinaan secara optimal. "Ini jadi salah satu bentuk kolaborasi kami dengan pihak eksternal untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi," terangnya.
Source
Comments
Post a Comment