MUNDERFING – Konflik internal yang terjadi antara CEO KTM Red Bull, Stefan Pierer, dan pembalapnya, Johann Zarco, telah mereda. Meredanya konflik antara Pierer dan Zarco pun dismbut positif oleh Direktur KTM, Pit Beirer.
Beirer merasa ini sekarang saatnya KTM dan Zarco saling bahu-membahu untuk bangkit pada balapan berikutnya yang akan berlangsung di Sirkuit Le Mans, Prancis, Minggu 19 Mei 2019. Beirer pun memberikan saran kepada Zarco agar bisa melaju kencang dengan motor KTM, RC16,
Beirer menilai Zarco harus memanfaatkan keunggulan dari RC16 seperti yang dilakukan rekan setimnya, Pol Espargaro. Apabila Pol bisa menjadi cepat dengan RC16 maka hal yang sama semestinya juga berlaku untuk Zarco.
BACA JUGA: Johann Zarco Kerja Keras di KTM untuk Buktikan Diri
“Dia (Zarco) benar jika terus mengendarai motor seperti sebelumnya. (Akan tetapi) ini motor yang berbeda. Kami berdua harus melangkah maju sekarang. Entah bagaimana ia harus menggunakan keunggulan motor itu, karena motor itu juga memiliki beberapa keunggulan, jika tidak, tidak mungkin Pol bisa melakukan sesuatu,” ujar Beirer, seperti yang dikutip dari Crash, Jumat (17/5/2019).
Kendati menyebut RC16 punya kelebihan, Beirer pun sadar jika kuda besi KTM itu juga memiliki kelemahan. Kelemahan itu yang harus dihilangkan sedikit demi sedikit oleh KTM dan Zarco agar kecepatan terbaik bisa didapatkan. Selain itu, Beirer pun meminta Zarco untuk mengubah sedikit gaya membalapnya agar sesuai dengan RC16.
“Jadi dia harus benar-benar menggunakannya. Motor memiliki beberapa kelemahan dan kami harus menghilangkannya. Jika Anda membawanya ke hal yang logis, kami tahu pekerjaan itu. Kami perlu saling membantu sekarang. Dia tidak bisa berpegang pada gaya membalap murni yang ingin dia gunakan,” pungkasnya.
(ADP)
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login
Source
Comments
Post a Comment