Kajian Ramadan, Din Syamsudin Soroti Banyak Korban KKPS di Pemilu 2019, Sebut Soal Kemanusiaan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsudin hadir di Kajian Ramadan PW Muhammadiyah Jawa Timur di Dome UMM, Minggu (19/5/2019).


Ia memberi atensi pada pasca pemilu. Dimana banyak korban KPPS sebanyak 700 orang dan 11.000 orang sakit.


"Jika kita diam saja, mana rasa kemanusiaan kita? Saya terganggu saat ada yang menyatakan ini jangan dibesar-besarkan, ini takdir, ini tumbal demokrasi," kata Din Syamsudin di acara itu. Katanya, sebagai pribadi, ia membentuk Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Pemilu 2019. Targetnya sederhana. Yaitu agar penyelenggara negara dimana didalamnya KPU, ini agar tidak dipandang remeh.


• Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Diyakini Akan Menarik Investor, Berikut Keunggulannya


Dijelaskan, harusnya dibentuknya tim pencari fakta agar diketahui penyebabnya. Jika dikarenakan faktor kelelahan, maka KPU bisa kena.


Sebab kenapa KPU tidak membuat mekanisme kerjanya. Hal ini perlu ditabayunkan. Apalagi ada informasi hal ini akan dibawa ke ham internasionalkan. "Wah..kacau," komentarnya.


Dikatakan, jika ada tim pencari fakta, maka kalau benar, maka katakan benar. Dijelaskan, apa yang disampaikan di forum ini sebagai pandangan pribadinya karena ingin ada nilai kebenaran.


• Ada Tol Malang-Pandaan, Pemkot Batu Patok Kunjungan Turis Capai 7,2 Juta, Buat Festival Kampung Hias


"Ini juga sebagai cara untuk menepis tuduhan-tuduhan," kata dia. Dengan saling membuktikan, maka bisa ditarik kebenarannya.


Dan di KPU dimana juga ada kader Muhammadiyah, ia mengingatkan bahwa KPU adalah lembaga konstitusi. Maka hasilnya harus konstitusional. Dan apapun hasil dari KPU harus diterima.


"Itu adalah taat berkonstitusi kalau mau negara ini ada," kata dia. Sebab KPU juga mendapat mandat konstitusi juga. Sehingga harus menjalankan asas luber dan adil serta transparan dan akuntabel.


"Kalau kejujuran tak ada, maka hasilnya juga cacat konstitusional," kata Din. Sehingga ia berpesan antar sesama jangan berantem dan menegakkan kejujuran dan keadilan. Kalau paslon Jokowi-M Amin menang, maka legowolah setelah melewati proses itu. Jika Prabowo-Sandi menang, maka legowolah setelah proses itu. Sebab tujuannya semua untuk kebaikkan negara.


Sylvianita Widyawati



Source

Comments