Terminal Penumpang Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, kedatangan garbarata atau jembatan penghubung dari ruang tunggu ke kapal.
Pengoperasian garbarata untuk mendukung pelayanan di pelabuhan sebagaimana layaknya sebuah bandara.
Hermanta, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok, mengatakan, garbarata yang dibangun di Pelabuhan Tanjung Priok merupakan upaya untuk memberikan pelayanan kepada penumpang seperti di bandara.
Garbarata New Yogyakarta International Airport (NYIA). (Dokumentasi Kementerian Perhubungan RI)
"Adanya jalur garbarata ini mengedukasi bahwa barang-barang yang dimuat melalui kargo kontener tidak seperti dulu lagi," kata Hermanta, Senin (20/5/2019).
Garbarata di Terminal Penumpang Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok memiliki panjang 30 meter.
Menurut Hermanta, teknologi garbarata tersebut sama seperti di bandara yakni berupa armored glass dan manuver yang fleksibel.
Garbarata di Terminal Penumpang Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (20/5/2019). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)
"Sebenarnya sudah ada garbarata (di pelabuhan). Cuma teknologi paling modern ada di Pelabuhan Tanjung Priok. Garbarata ini mirip sekali dengan yang berada di bandara, bisa naik dan turun," kata Hermanta.
Pengerjaan garbarata saat ini sudah mencapai 90 persen.
Jika sesuai rencana, garbarata sudah bisa digunakan saat mudik Lebaran tahun ini.
"Garbarata akhir bulan ini (bisa digunakan). Sementara kita menggunakan yang plastik akrilik dulu, karena kaca (armored glass) yang dipesan masih di Surabaya dan rencananya dua minggu kedepan baru datang,” kata Hermanta.
Source
Comments
Post a Comment