Beberapa usulan alternatif nama resmi untuk bandara YIA Kulonprogo, ada nama Pangeran Diponegoro hingga Mangkubumi.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hingga kini, nama resmi untuk bandara internasional Yogyakarta alias Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo belum ditentukan.
Kementrian Perhubungan (Kemenhub) sendiri juga belum ketuk palu terkait nama resmi bandara YIA di Kulonprogo ini.
Beberapa usulan alternatif nama resmi untuk bandara YIA pun bermunculan, mulai nama pahlawan hingga nama daerah.
• Tarik Ulur Nama Baru Bandara Internasional Yogyakarta, Tunggu Ketuk Palu Kemenhub
• Terganjal Satu Lahan, IPL Jalur Kereta Api Kedundang ke Bandara YIA Diperkirakan Molor
• Rencana Pembangunan Embarkasi, Jemaah Haji Asal DIY Akan Bisa Berangkat dari Bandara YIA
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, mengatakan Pemerintah DIY dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sebelumnya memang sudah mengusulkan nama YIA ke pemerintah pusat.
Hanya saja hingga saat ini kemenhub belum mengeluarkan rekomendasi atau persetujuannya lebih jauh.
Kementerian memang meminta pemda untuk mengumpulkan pendapat dan persetujuan dari para tokoh masyarakat, sesepuh, hingga pemuka adat dan agama terkait nama bandara itu.
Hasto mengatakan pihaknya sudah menjalankan amanat tersebut dengan pertemuan dan buka bersama 26 orang tokoh tersebut di rumah dinasnya belum lama ini.
Pihaknya juga sudah mengajukan izin ke Gubernur DIY untuk pertemuan itu dan hasilnya akan disampaikan secepatnya.
PROVING FLIGHT. Pesawat Citylink rute Bandara Soekarno Hatta (CGK) - Yogyakarta International Airport (YIA) terparkir seusai mendarat dengan sukses dalam proving flight atau penerbangan uji coba take off dan landing di Yogyakarta International Airport, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis (2/5/2019). Pesawat Citylink yang tidak membawa penumpang tersbeut melakukan uji coba bandara sebelum mulai akan beroperasi secara komersial pada 6 Mei mendatang. (TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri)
"Untuk pengusulan nama baru, kami akan melampirkan semua dokumen pertemuan yang ditandatangani peserta ke Kemenhub melalui Pemerintah DIY. Secepatnya kami serahkan ke Gubernur, mudah-mudahan Senin (20/5/2019) sudah sampai di tangan Ngarso Dalem," kata Hasto, Minggu (19/5/2019).
Source
Comments
Post a Comment